Profil Evan Dimas, Pemain Muda Yang Kunjungi Barcelona FC

Profil Evan Dimas, Pemain Muda Yang Kunjungi Barcelona FC

Profil Evan Dimas, Pemain Muda Yang Kunjungi Barcelona FC – Evan Dimas lahir di kota Surabaya di Jawa Timur dalam keluarga berpenghasilan rendah yang bergantung pada ayahnya, Condro Darmono, yang bekerja sebagai satpam. Sebagai salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di sepak bola Indonesia, Evan kini menjadi pencari nafkah bagi keluarganya.

Dia adalah seorang Muslim yang taat yang merayakan setiap gol dengan membungkuk. Ia terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Doktor Soetomo, jurusan administrasi publik. Pemain favorit dan inspirasinya adalah mantan gelandang FC Barcelona Andrés Iniesta, yang telah menunjukkan bahwa pemain kecil juga bisa unggul di tingkat dunia. Ia mengidolakan Persebaya Surabaya sejak kecil.

Dia menandatangani kontrak profesional pertamanya ketika sepak bola Indonesia mengalami diskriminasi di beberapa klub termasuk tim Persebaya, yang kemudian menjadi Bhayangkara FC.

Biodata Evan Dimas

  • Nama Asli: Evan Dimas Darmono
  • Dikenal sebagai: Evan Dimas
  • Agama: Islam
  • Tempat Lahir: Surabaya, Indonesia
  • Tanggal lahir: 13 Maret 1995
  • Zodiak: Pisces
  • Usia: 27 tahun
  • Tinggi badan: 167 cm
  • Status: Menikah 2020
  • Profesi: Pemain Sepak Bola Profesional
  • Posisi: Gelandang
  • Klub sekarang: Bhayangkara FC
  • Nomor punggung: 6
  • Karir senior: 2014-Sekarang
  • Pendidikan: Universitas Dr. Soetomo Surabaya dan Universitas Negeri Yogyakarta.
  • Keluarga
  • Ayah: Condro Darmono
  • Ibu: Ana Darmon
  • Saudara: Hanif Faturohman, Faida Noviana, dan Tirta Bulan Meliana
  • Istri: Dewi Zahrani Hakim
  • Sosial media
  • Instagran: @evhandimas
  • Twitter: @Evan_DD

Jadi itulah biografi singkat profil evan dimas, sekarang mari kita lanjut untuk membahas karir bolanya di tanah air seperti apa.

Karier klub Muda

Evan Dimas berlatih di Sekolah Sepak Bola Surabaya hingga bergabung dengan tim remaja Persebaya pada tahun 2010 pada usia 15 tahun. Selama di Persebaya, Evan menjadi pemain utama Indonesia dari berbagai usia. Dia berlatih di Spanyol setelah terpilih bersama dengan anak-anak Indonesia lainnya untuk mengunjungi kamp pelatihan FC Barcelona. Pada 2012, ia bergabung dengan Nike Academy, sebuah program yang dijalankan oleh Nike yang menyatukan para pemain muda dari seluruh dunia.

Karir Persebaya ISL (Bhayangkara)

Setelah bertahun-tahun berlatih di bawah asuhan Persebaya, Evan Dimas bergabung dengan tim senior. Namun, ketika bintang muda itu memutuskan untuk beralih ke profesional, Persebaya mengalami perpecahan internal yang bersumber dari diskriminasi di sepakbola Indonesia sekitar 2011.

Beberapa klub papan atas saat itu terpecah menjadi dua faksi, satu di bawah Liga Super Indonesia (ISL) sementara yang lain. bergabung dengan Liga Utama Indonesia (LPI) singkat. Evan dan enam pemain muda lainnya memilih bergabung dengan Persebaya ISL.

Setelah upaya reunifikasi pada sekitar 2016 dan serangkaian sengketa hukum atas penggunaan nama Persebaya, tim ISL Persebaya diubah menjadi Bhayangkara FC pada 2016 dengan dukungan finansial dari kepolisian. Tak lama setelah kedatangan Evan, klub A-League Brisbane Roar menyatakan minatnya untuk mengontrak gelandang tersebut dengan status pinjaman dari Persebaya.

Namun, kisah cintanya tidak berjalan mulus. Menyusul gejolak di sepak bola Indonesia, Evan melakukan debut Persebaya di musim ISL 2015 pada 5 April 2015 melawan Mitra Kukar di Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya dengan kemenangan 1-0.

Terhambat Skorsing FIFA

Masuknya sepak bola profesional yang ditunggu-tunggu Evan dirusak oleh intervensi pemerintah untuk menutup ISL pada Mei 2015. Intervensi itulah yang membuat FIFA melarang Indonesia dari kegiatan resmi sepak bola selama satu tahun.

Dalam masa skorsing FIFA, Persebaya berinisiatif mengirim bintang mudanya ke Spanyol agar Evan bisa berlatih dan menjajal sejumlah klub, seperti UE Llagostera yang bermain di Segunda División dan Tim B klub La Liga RCD Espanyol. Evan Dimas gagal mengesankan klub dan kembali ke kampung halamannya. dari Polri.

Evan bergabung dengan Bhayangkara dan mengikuti ISC A 2016. [17] Tahun berikutnya, Evan memenangkan gelar Liga 1 2017, gelar pertama dalam karir profesionalnya. Pencapaian ini memunculkan tawaran dari klub asing.

Selangor FA

Pada 2 Desember 2017, Evan menandatangani kontrak satu tahun dengan Liga Super Malaysia melawan Selangor, dengan status bebas transfer, dengan Ilham Udin Armaiyn. Dia melakukan debut untuk tim pada Februari 2018 melawan Kuala Lumpur FA dan memenangkan pertandingan. Evan mencetak gol liga pertamanya dalam kemenangan 2-1 atas PKNS di Stadion Kuala Lumpur pada 2018.

Dia membuat 20 penampilan dan mencetak 2 gol sebelum memutuskan untuk pulang di akhir kontrak. Barito Putera Pada tanggal 26 Desember 2018, Evan menandatangani kontrak satu tahun dengan Barito Putera, yang saat itu bermain di Liga 1.

Evan melakoni debut bersama Barito Putera pada leg pertama babak 16 besar Indonesia 2018-19 melawan PSS Sleman pada 23 Januari 2019. Evan tampil perdana di Liga 1 pada 20 Mei 2019. tampil imbang 1-1 melawan Persija Jakarta di Stadion 17 Mei. Gol pertama Barito datang dari kekalahan dari Bhayangkara di Stadion Patriot di Liga 1 2019.

Meski Evan bermain konsisten dan mencetak dua gol di Liga 1 musim 2019, ia gagal menunjukkan performa yang eye-catching. Barito finis di peringkat 13 dan gagal mempertahankan Evan.

Itulah profil evan dimas yang bisa menjadi inspirasi buat kamu. Semoga kamu semakin nambah wawasan ya.

Baca juga : Profil Nadeo Argawinata, Kiper Penyelamat Kemenangan Timnas